283 korban geng penipuan online di myanmar di antaranya warga Indonesia.
Myawaddy, Suarathailand- Pasukan Penjaga Perbatasan Myanmar (BGF) bersiap untuk mendeportasi lebih dari 7.000 warga negara dari 29 negara melalui Thailand setelah menindak tegas geng-geng penipu pusat panggilan di Myawaddy, Myanmar. Kedutaan-kedutaan telah diberitahu untuk mengatur pemulangan warganya.
The Nation melaporkan pasukan Penjaga Perbatasan Myanmar (BGF) bersiap untuk mendeportasi lebih dari 7.000 warga negara dari 29 negara melalui Thailand setelah menindak tegas geng-geng penipu pusat panggilan di wilayah-wilayah yang dikuasainya, kata seorang sumber keamanan Thailand.
Seorang sumber dari Satgas Rajamanu di bawah Komando Naresuan mengatakan BGF telah berkoordinasi dengan satgas tersebut, dengan menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk memulangkan 7.118 orang asing hingga Rabu pagi melalui Thailand setelah menindak tegas geng-geng pusat panggilan di kota KK Park dan Shwe Kokko di Myawaddy.
Satgas Rajamanu bertanggung jawab untuk menjaga perbatasan distrik Mae Sot, Tak, yang berada di seberang Myawaddy.
Sumber tersebut menyatakan bahwa Myanmar telah memberi tahu kedutaan besar negara-negara terkait untuk mengatur pemulangan warga negara mereka melalui Thailand.
Menurut sumber tersebut, BGF telah menyusun daftar orang asing yang ditahan berdasarkan kewarganegaraan sebagai berikut:
Tiongkok: 4.860
Republik Afrika Tengah: 9
Indonesia: 283
Laos: 1
Filipina: 127
Malaysia: 70
Pakistan: 68
Nepal: 17
Uganda: 13
Etiopia: 430
Kenya: 64
Rwanda: 4
Bangladesh: 6
India: 526
Taiwan: 2
Kamboja 2
Sri Lanka: 8
Vietnam: 572
Uzbekistan: 8
Kamerun: 6
Nigeria: 7
Afrika Selatan: 17
Tunisia: 3
Namibia: 4
Rumania: 1
Ghana: 6
Aljazair: 1
Republik Ceko: 2
Singapura: 1




