44 Korban Turbulensi Singapore Airlines Masih Dirawat di Bangkok

Penerbangan SQ321, yang menuju Singapura dari London, mengalami turbulensi ekstrem secara tiba-tiba pada tanggal 21 Mei di Cekungan Irrawaddy di Myanmar

Pihak Singapore Airlines melaporkan 44 orang yang terluka akibat turbulensi udara parah Penerbangan SQ321 pada 21 Mei masih dirawat di rumah sakit di Bangkok per pukul 20.30.

Berdasarkan kabar terkini dari Rumah Sakit Samitivej Srinakarin, 34 penumpang masih berada di lokasi hingga tengah hari tanggal 25 Mei. Tujuh penumpang lainnya berada di Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit dan dua di Rumah Sakit Bangkok.

Ke-34 orang di Rumah Sakit Samitivej Srinakarin – terdiri dari 15 pria dan 19 wanita – berasal dari negara-negara seperti Australia, Inggris, Malaysia, dan Filipina. Tujuh di antaranya berada di unit perawatan intensif (ICU).


Pihak rumah sakit menambahkan dua pasien telah dipulangkan dari Rumah Sakit Samitivej Srinakarin, sementara dua pasien dipindahkan dari Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit ke Rumah Sakit Samitivej Srinakarin untuk bergabung dengan kerabat mereka yang dirawat di rumah sakit.

Dilaporkan pada 24 Mei bahwa seorang warga Singapura yang sebelumnya dirawat di ICU rumah sakit Bangkok telah dipulangkan.

Samitivej adalah sekelompok rumah sakit swasta yang biasanya melayani populasi ekspatriat dan berpenghasilan tinggi di Bangkok. 

Penerbangan SQ321, yang menuju Singapura dari London, mengalami turbulensi ekstrem secara tiba-tiba pada tanggal 21 Mei di Cekungan Irrawaddy di Myanmar. Seorang penumpang – Geoffrey Kitchen asal Inggris berusia 73 tahun – tewas sementara puluhan lainnya terluka.

Pilot mengalihkan Boeing 777-300ER yang membawa 211 penumpang dan 18 awak ke Bandara Suvarnabhumi Bangkok setelah menyatakan darurat, sebelum melakukan pendaratan darurat pada pukul 15.45 (16.45 waktu Singapura). (thenation)

Share: