Sikap pesimistis tersebut terutama terlihat di kalangan warga Amerika yang lebih muda, dengan 47 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun mengatakan bahwa AI lebih berbahaya daripada manfaatnya.
AS, Suarathailand- Sputnik melaporkan Survei yang dilakukan Bentley University dan Gallup mengungkapkan bahwa 39 persen warga AS percaya kecerdasan buatan (AI) lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaatnya, meningkat dari 31 persen pada 2025.

Sebanyak 39 persen responden mengatakan AI lebih banyak memberikan manfaat daripada kerugian, sementara 52 persen melihat jumlah manfaat dan kerugian teknologi tersebut sama, menurut hasil jajak pendapat yang dirilis pada Selasa.
Terungkap bahwa sikap pesimistis tersebut terutama terlihat di kalangan warga Amerika yang lebih muda, dengan 47 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun mengatakan bahwa AI lebih berbahaya daripada manfaatnya.
Berdasarkan survei, persentase tersebut meningkat signifikan dari 36 persen pada 2025.
Survei juga mengungkap79 persen warga AS memperkirakan AI akan mengurangi jumlah total lapangan kerja, dengan hanya 6 persen yang berpendapat sebaliknya.
Hanya 27 persen responden yang percaya bahwa bisnis atau dunia usaha menggunakan AI secara bertanggung jawab, dengan 3 persen menyatakan "sangat" percaya dan 24 persen "agak" percaya, ungkap jajak pendapat tersebut lebih lanjut. Survei tersebut dilakukan dari 4-11 Mei.




