26 Provinsi di Thailand Siaga Tinggi Menghadapi Topan Kalmaegi

Perdana Menteri memerintahkan pemantauan ketat Topan Kalmaegi, dengan langkah-langkah tanggap darurat dan persiapan penanganan banjir yang berlaku di seluruh Thailand.


Bangkok, Suarathailand- Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah mendesak seluruh gubernur provinsi dan Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) untuk memantau Topan Kalmaegi secara ketat, yang diperkirakan akan membawa hujan lebat dan potensi banjir di Thailand mulai 7-9 November 2025.

Badai yang berasal dari Samudra Pasifik di sebelah timur Filipina ini diperkirakan akan melemah menjadi depresi dan bergerak ke wilayah timur laut Thailand pada 7 November. Pemerintah daerah telah diperintahkan untuk mempercepat drainase banjir dan memberikan bantuan segera kepada masyarakat terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dengan publik melalui semua saluran untuk memastikan keselamatan, termasuk peringatan tentang kondisi jalan dan potensi bahaya. 

Gubernur di seluruh 76 provinsi ditugaskan untuk memastikan bahwa daerah rawan banjir, terutama di Bangkok dan kawasan ekonomi utama, siap menghadapi hujan lebat dan kemungkinan banjir. Langkah-langkah mendesak meliputi pembersihan sistem drainase, pengamanan rambu-rambu iklan, dan memastikan infrastruktur publik seperti pohon dan bangunan stabil untuk mencegah kecelakaan.

Pemerintah daerah telah diinstruksikan untuk memasang rambu-rambu peringatan di area rawan banjir, terutama di tempat-tempat yang berpotensi membahayakan kendaraan dan pejalan kaki. Pemerintah juga berkoordinasi dengan tim tanggap darurat, termasuk kepolisian, relawan, dan media, untuk menyampaikan informasi cuaca terkini dan memberikan bantuan lalu lintas secara langsung.

Badan Meteorologi memprakirakan hujan lebat akan turun di wilayah utara, timur laut, tengah, dan timur Thailand, terutama di Bangkok dan provinsi-provinsi sekitarnya, dengan sedikit penurunan suhu. Di wilayah selatan, hujan lebat dan angin kencang diperkirakan akan terjadi, dengan gelombang di Laut Andaman bagian atas mencapai 2-3 meter. Pihak berwenang mengimbau para pelaut untuk berhati-hati.

Ke depannya, prakiraan cuaca untuk 4-10 November 2025 mencakup penurunan curah hujan di wilayah atas hingga 6 November, diikuti oleh peningkatan curah hujan, terutama di wilayah tengah dan timur, karena badai masih melanda negara tersebut. Provinsi selatan akan terus mengalami hujan lebat dan laut yang ganas sepanjang periode tersebut.

Share: