Sudan Tribune melaporkan lebih dari 200 orang tewas karena serangan udara pada Sabtu (10/10) di pusat pertambangan di Sudan barat laut.
Sudan, Suarathailand- Sputnik melaporkan Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, memerintahkan dimulainya penyelidikan terkait dugaan serangan udara di dekat perbatasan dengan Mesir yang menyebabkan tewasnya 200 lebih penambang emas.
"Al-Burhan memerintahkan pembentukan komisi yang melibatkan perwakilan dari kantor kejaksaan, kehakiman, dan keamanan, dengan tugas untuk menyelidiki peristiwa tersebut," demikian keterangan otoritas Sudan, pada Senin.
Sudan Tribune melaporkan lebih dari 200 orang tewas karena serangan udara pada Sabtu (10/10) di pusat pertambangan di Sudan barat laut.
Serangan udara yang terjadi pada pagi hari menghantam sejumlah titik pertambangan emas di Distrik Shamal Al-Wadi, sehingga menghancurkan tempat berlindung dan beberapa lubang tambang yang berisi sejumlah penambang di dalamnya.
Dilaporkan elum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.
Sudan dilanda konflik bersenjata berkepanjangan antara pasukan pemerintah dengan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang diduga menerima dukungan dari pihak asing sejak 2023.



