20 WN Inggris Raya Jalani Karantina Hantavirus Setelah Dievakuasi dari Kapal Pesiar

Para penumpang yang tiba di Manchester pada hari yang sama sebelum dipindahkan  ke Rumah Sakit Arrowe Park di Wirral, Merseyside, guna jalani observasi medis selama 72 jam.


Inggris, Suarathailand- AFP melaporkan sebanyak 20 warga negara Inggris Raya yang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus diisolasi di sebuah rumah sakit di England barat laut setibanya mereka pada Minggu (10/5)

Seiring pihak otoritas meningkatkan upaya pengendalian dan pemantauan wabah. Para penumpang yang tiba di Manchester pada hari yang sama sebelum dipindahkan  ke Rumah Sakit Arrowe Park di Wirral, Merseyside, guna jalani observasi medis selama 72 jam.

Otoritas Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) setempat mengatakan bahwa kelompok tersebut akan ditempatkan di "fasilitas yang diatur untuk penilaian dan pengujian klinis". Jika mereka tidak menunjukkan gejala, mereka akan diizinkan untuk pulang dan melanjutkan isolasi mandiri selama 42 hari berikutnya.

Pemerintah Inggris mengungkapkan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal yang kembali dari MV Hondius akan menjalani isolasi dan pemantauan selama total 45 hari. Penelusuran lanjutan juga sedang dilakukan terhadap individu-individu yang kemungkinan melakukan kontak dengan kasus terkonfirmasi atau suspek.

Langkah-langkah darurat tersebut diambil menyusul wabah hantavirus yang dikaitkan dengan MV Hondius, yang telah menyebabkan sedikitnya delapan kasus terkonfirmasi atau suspek serta tiga laporan kematian.

Sebagai bagian dari respons yang lebih luas terhadap wabah tersebut, pemerintah Inggris juga mengerahkan tim spesialis militer dan medis ke Tristan da Cunha, sebuah Wilayah Seberang Laut Inggris (British Overseas Territory) yang terpencil di Samudra Atlantik Selatan, setelah seorang warga negara Inggris di pulau itu dinyatakan positif terinfeksi hantavirus.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris Raya, enam penerjun payung dan dua tenaga medis militer dari Brigade Serangan Udara ke-16 Inggris diterjunkan ke pulau tersebut, sementara pasokan oksigen dan peralatan medis dijatuhkan melalui udara secara bersamaan.

Tristan da Cunha, gugusan pulau vulkanis dengan populasi 221 orang, dikenal sebagai wilayah seberang laut berpenghuni Inggris yang paling terpencil. Kepulauan tersebut tidak memiliki landasan udara dan biasanya hanya dapat diakses melalui jalur laut.

Kementerian Pertahanan Inggris Raya menyebut misi tersebut sebagai kali pertama militer Inggris mengerahkan personel medis melalui terjun payung untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Pemerintah negara itu mengatakan bahwa risiko terhadap masyarakat umum masih "sangat rendah".

Share: