Penumpang sedang menunggu kereta untuk menghadiri festival Hindu
New Delhi, Suarathailand- Jumlah korban tewas dalam penyerbuan di stasiun kereta api utama di ibu kota India, New Delhi, meningkat menjadi sedikitnya 18 orang, termasuk lima anak-anak, demikian laporan media pada hari Minggu, mengutip kantor berita Press Trust of India.
Korban termuda berusia tujuh tahun dan yang tertua berusia 79 tahun, menurut beberapa media, mengutip daftar yang diberikan oleh polisi. Semua kecuali empat dari 18 orang yang disebutkan namanya adalah perempuan.
Atishi, kepala menteri wilayah ibu kota nasional dan yang hanya menggunakan satu nama, mengatakan pada X bahwa banyak korban adalah peziarah yang akan menghadiri festival Hindu Maha Kumbh. Dia sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa 15 orang telah meninggal.
Lebih dari selusin korban luka dirawat di rumah sakit, demikian laporan media.
Peristiwa penyerbuan itu terjadi sekitar pukul 8 malam (11.30 malam di Thailand) pada hari Sabtu di dua peron tempat penumpang sedang menunggu untuk naik kereta ke kota Prayagraj, tempat Maha Kumbh berlangsung, kata laporan media.
Media menunjukkan gambar dan video kerumunan orang yang saling berjatuhan setelah insiden itu, sementara polisi dan tim penyelamat berupaya untuk meredakan kemacetan.
"Ada lautan manusia di stasiun kereta api, dan kerumunan itu menyerbu ke arah kereta yang menuju Prayagraj," kata seorang wanita yang putus asa kepada saluran berita India Today. "Saya kehilangan barang-barang saya dan nyaris selamat."
Menteri Perkeretaapian Ashwini Vaishnaw mengatakan penyelidikan telah diperintahkan atas insiden itu.
Puluhan orang tewas dalam penyerbuan sebelum fajar di Maha Kumbh di India utara bulan lalu ketika puluhan juta umat Hindu berkumpul untuk berendam di air sungai suci pada hari paling suci dari festival enam minggu itu.
India telah menyaksikan beberapa insiden besar yang terjadi di berbagai festival atau pertemuan keagamaan. Letnan Gubernur Delhi VK Saxena, salah satu pejabat tinggi wilayah ibu kota, mengunjungi beberapa korban luka di rumah sakit, menurut media lokal.
"Ini adalah insiden yang sangat tragis dan kami berdoa bagi mereka yang telah kehilangan nyawa," kata Atishi.
Telah terjadi beberapa kecelakaan kereta api di India dalam dua tahun terakhir, termasuk tabrakan pada tahun 2023 yang menewaskan sedikitnya 288 orang. Jaringan kereta api India adalah yang terbesar keempat di dunia dan sedang menjalani peningkatan senilai $30 miliar sebagai bagian dari dorongan Perdana Menteri Narendra Modi untuk meningkatkan konektivitas.




