Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi menguasai sebagian wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa.
Yaman, Suarathailand- Xinhua melaporkan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyebutkan bahwa hampir 130.000 orang telah mengungsi di tujuh kegubernuran di Yaman akibat situasi keamanan yang memburuk, dengan banyak di antara mereka terpaksa mengungsi berulang kali
"Kami mencatat 118.086 orang pengungsi. Tiga hari kemudian, angkanya bertambah 11.352 orang," kata Direktur Regional IOM untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Othman Belbeisi, Senin (21/9).
IOM menyebut Kegubernuran Taiz menampung jumlah pengungsi terbanyak yakni 73.494 orang.
Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi menguasai sebagian wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa.
Kondisi itu mendorong intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Konflik bertahun-tahun, kesulitan ekonomi, dan bencana alam yang berulang telah menyebabkan jutaan warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan.
PBB mencatat hingga Minggu (20/9) malam waktu setempat, sebanyak 3.106 orang telah menyeberangi Laut Merah dari Yaman menuju Djibouti.




