Badan Pangan PBB itu meminta dana sebesar 140,9 juta dolar AS (sekitar Rp2,52 triliun) untuk tahun 2027 guna memberikan bantuan pertanian darurat dan mendukung pemulihan di kawasan tersebut.
Gaza, Suarathailand- Sputnik melaporkan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada Rabu (7/10) menyatakan lebih dari 1,2 juta orang di Jalur Gaza dan Tepi Barat mengalami kekurangan pangan akut pada periode April hingga Juni.

"Lebih dari 1,2 juta orang di Gaza dan Tepi Barat menghadapi tingkat kerawanan pangan akut pada kategori Krisis atau lebih parah antara April dan Juni 2026. Kondisi tersebut diperkirakan semakin memburuk pada semester kedua tahun ini," kata FAO.
Badan Pangan PBB itu meminta dana sebesar 140,9 juta dolar AS (sekitar Rp2,52 triliun) untuk tahun 2027 guna memberikan bantuan pertanian darurat dan mendukung pemulihan di kawasan tersebut.
FAO menyebut Bantuan tersebut menjadi sangat penting untuk memulihkan produksi pangan dan mata pencaharian masyarakat terdampak krisis.
Sebagai perbandingan, pada 1 April hingga 10 Mei 2025 lalu, sebanyak 1,95 juta orang atau 93 persen penduduk di Jalur Gaza mengalami kerawanan pangan akut pada Tahap 3 atau lebih tinggi.
Jumlah tersebut termasuk 925.000 orang yang berada dalam situasi darurat atau Tahap 4 dan 244.000 orang dalam kondisi bencana atau Tahap 5.




